Hal Positif yang Bisa Dilakukan Anak Desa Saat #dirumahaja

Halo, Teman-teman

Apa kabar?

Semoga masih diberi nikmat iman, kesehatan dan waktu luang ya. Kalau di agama yang aku anut, 3 nikmat ini sebenarnya nikmat dasar yang luar biasa buat berdaya dan menjadi produktif sepanjang hari. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini. Bersyukur atas 3 nikmat yang diberikan kadang jadi terasa sulit. Soalnya suka kepikir dengan nikmat kebebasan keluar rumah yang sedang dibatasi demi kebaikan bersama.  Tetap #dirumahaja di saat pandemi corona ini memang tidak pandang bulu. Mau di kota, mau di desa ya tetep harus sebisa mungkin tetap #dirumahaja. Tinggal di sebuah desa di Kabupaten Wonogiri ternyata memberikan tantangan tersendiri loh buat aku. Banyaknya penduduk yang mudik ke kampung halaman saat wabah meland membuat kami yang di desa ini cukup khawatir dan harus waspada. Tantangan tetap tinggal di rumah dan produktif berkarya tuh beda banget dengan kondisi kalau tinggal di kota besar sih. Kali ini aku mau share hal-hal yang bisa dilakukan untuk tetap bermanfaat dan bisa mengalihkan perasaan khawatir berlebih. Ini aku pakai pengalaman pribadi ya, jadi yang lain bisa menyesuaikan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Ini hal-hal yang aku lakukan selama mesti di rumah aja,

Bersih-bersih Rumah

Ini sebenarnya bisa dilakukan baik di desa maupun di perkotaan. Di kondisi macam sekarang ini, membersihkan rumah itu hukumnya wajib. Selain rajin membersihkan diri sendiri sih. Kita bisa kok memulainya dari hal sederhana, kayak menyapu, mengepel, mencuci piring, mencuci pakaian atau mengelap benda-benda yang sering disentuh di rumah pakai disinfektan. Kita bisa bikin disinfektan rumahan ya. Cara membuat dan aturan penggunaannya insyaAllah aku bahas di postingan berikutnya. Oh ya, disinfektan ini beda ya dengan antiseptik. Kalau antiseptik memang sudah didesain untuk membersihkan bakteri, virus dan mikroba lain yang menempel di tubuh manusia. Jadi, ya aman kalau kena kulit. Nah, kalau disinfektan ini dibuat untuk membersihkan bakteri dan virus di permukaan suatu benda. Jadi tolong banget yaa, jangan pakai disinfektan buat mandi atau disemprot ke badan.

Masak

Nggak ada salahnya untuk mencoba berbagai macam resep masakan di tengah pandemi. Lumayan bisa melatih kemampuan praktik kita loh. Lagipula saat ini banyak banget resep yang mudah dicoba. Tadinya pengen nyobain dalgona coffee sih, tapi aku suka mendadak bruntusan kulitnya kalau minum susu. Jadi ya aku nggak jadi nyoba, terus milih nyobain menu lain aja. Cuma selama pandemi ini aku sama Ibuk nyobain masaknya masih masakan biasa buat sehari-hari aja sih. Pengen nyoba bikin seblak, cilok sama nugget tempe tapi masih di idealita saja. Ahahaha….

Panen di Kebun

Berkebun. Ini tantangan baru buat aku. Tapi asik juga sih. Kebetulan halaman depan masih ada tanah kosong yang bisa ditanam. Jadi, aku sama orang rumah bisa ikut berkebun juga di situ. Cuma ya di sana sekarang lagi mau dibersihkan karena kemarin dipinjam tetangga buat menggiling padi. Jadi, masih banyak tumpukan jerami gitu. Terus kebetulan memang sedang waktunya panen. Jadi ya kalau kita pergi ke kebun yang di depan rumah doang biasanya panen srikaya, jambu dan ubi. Lumayan loh, bisa dipakai sarapan dan cadangan buah. Kalau buat teman-teman di perkotaan semisal bertanam tapi nggak punya lahan bisa pakai vertikultur alias menanam dengan lahan bertingkat kali ya. Hehe. Soalnya beneran deh aktivitas berkebun ini banyak banget manfaatnya. Bisa nyetok kebutuhan pangan mandiri selama pandemi yang belum tahu sampai kapan berakhirnya.

Jemur Gabah dari Rumah

Selain sedang musim panen di kebun, rumah kami juga sedang panen padi di sawah. Alhamdulillah buat memanen di sawah ini, aku dan keluargaku dibantu bapak-bapak di dekat rumah yang nggak punya sawah buat mengolah. Kami nggak perlu ke sawah, hasil panen diantar ke rumah. Tugas kami selanjutnya adalah menjemur gabah biar kering untuk kemudian kami giling. Biar bisa menjaga stock beras ke depan juga. Kalau bagian ini biasanya aku cuma kebagian nungguin biar nggak dipatok ayam tetangga sih. Adik sama Bapak yang ngangkat dan nyebarin gabah ke atas kain terpal. Aku, Ibuk dan Simbah nungguin sampai kering.

Membaca

Pada dasarnya aku memang sudah suka baca buku sih. Jadi pas ada moment #dirumahaja ini ya memang udah biasa gitu kalau make a time buat baca buku. Malah jatuhnya aneh kalau nggak baca haha.

Menonton

Nonton memang hiburan banget dalam kondisi seperti saat ini. Selain menonton pemberitaan tentang covid19, akujuga nyempetin nonton serial dan film. Ya, walaupun sekali nonton, aku nggak langsung tamat. Cukup menyenangkan buat hiburan. 🙂

Berolahraga

Ini juga dari sebelum pandemic udah aku lakukan dari dalam rumah sih. Biasanya aku workout pakai panduan dari aplikasi 30 Days Fitness Challenge sih. Terus semuanya juga aku lakukan dari dalam rumah heheh. Kalau enggak ya ikut bapak dan ibuk jalan-jalan pagi di sekitar rumah.

Jadi Relawan Desa

Nah, ini juga penting banget loh. Apalagi dengan kenyataan masih banyak nikmat yang diberikan Tuhan ke aku dalam kondisi semacam ini. Nggak ada salahnya untuk #dengarkanhatimu buat ngebantuin warga setempat dengan ilmu yang dipunya. Kemarin aku ngebantuin Pak RT ku bikin disinfektan. Jadi yang ngencerin sesuai dengan itungan aku, setelah itungan pengenceran jadi dan udah disiapkan berapa mililiternya, kemudian dikirim ke tiap rumah lengkap dengan perhitungan pengenceran mandiri dan aturan pemakaian. Jadi tiap rumah yang dapat jatah disinfektan nggak bingung gimana ngencerinnya. Selain itu karena aku sedikit bisa nulis dan punya basic kuliah di ilmu kimia, aku ikut bantuin memerangi hoax dengan menulis content yang menjabarkan suatu peristiwa dengan sudut pandang keilmuan.

Mandi Keramas Pakai Emeron Complete Haircare

Meskipun #dirumahaja, kalau kegiatannya sebanyak itu ya teteplah bikin keringetan, rambut lepek dan gerah nggak enak. Apalagi kalau berkebun di luar panas-panasan atau saat masak di dapur meskipun di dalam rumah, rambutku tetap aja kepapar sinar matahari dari jendela. Nah kalau udah begini waktunya ngasih perhatian dan perawatan ke rambut sendiri. Biasanya aku bakalan keramas pakai Emeron Complete Haircare. Menyenangkannya meskipun tinggal di desa, mudah banget buat didapatkan dan harganya pun terjangkau.

Emeron Black Shine

Kali ini aku memilih memakai Emeron Black Shine Urang Aring. Sekalian buat adikku yang udah panas-panasan langsung kalau angkat-angka gabah, nemenin berkebun dan jadi relawan di luar rumah. Biar rambutnya tetap bersih dan hitam kemilau. Jadi ya yang dibersihkan nggak cuma lingkungannya aja ya. Tapi juga badan sendiri hehe. Rambut tetap di-shampoo ya teman-teman jangan didisinfektan. InsyaAllah kotorannya terangkat, bersih dan tetap sehat karena dapat nutrisi Active Provit Amino yang terkandung di dalam shampoo ini. Makin semangat untuk tetap produktif setiap hari meskipun harus #dirumahaja. Ya kan? Ya kan?

Oke. Ini dulu ya yang bisa aku share kali ini.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya.

Cheers!

#DengarkanHatimu#DiRumahAja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *